Minggu, 23 Februari 2014

Batu Keladen Hijau Pacitan

Batu Keladen Hijau Pacitan adalah batu yang berasal dari sungai keladen pacitan jawa timur batu ini kini sedang ramai diburu oleh kolektor batu akik dari berbagai penjuru tanah air. Penemuan bila ditelusuri sekitar 10 Tahun yang lalu specimen batu mulia jenis Chalcedony ini ialah seorang pelaku, tokoh batuan senior dan pengasah batu terkenal bernama Mbah Paiman Timbul yang berasal dari salah satu Kabupaten Pacitan yaitu tepatnya di Kecamatan Donorojo, Jawa Tiimur. Specimen batuan ini mulai dikenalkan kepada public sekitar bulan April tahun 2013 lalu, adapun specimen yang didapatkan pertama kali memiliki warna yang muda dan bias sinar yang lembut, namun inklusi dalamnya menunjukkan serat yang kasar. Belakangan ciri serat seperti itu diketahui dengan nama fenomena “punggung/cangkang kura-kura”.
Ada kebingungan yang terjadi dalam membedakan ciri batuan yang ditambang dari bukit dan sungai. Setelah dibawa ke Jakarta, saya menemui beberapa Lab, dan berusaha mencari perbedaannya. Kemudian didapatkan analisis dari BIG Lab Jakarta Gems Center Rawabening menyebut bahwa yang dari Bukit serat atau inklusinya lebih kasar dari serat yang ditambang dari Sungai.
Kemudian BIG Lab Jakarta Gems Center membeli 5 buah sample dan mengirim 2 buah ke cabang BIG di Surabaya, 1 untuk di cabang Rawabening dan 1 untuk di cabang Gajah Mada Plaza serta 1 buah dikirim ke Singapura, kemudian Kantor Pusat BIG Singapura memutuskan untuk mengirim ke Jepang untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan di Jepang, Specimen King Keladen murni Chalcedony dan untuk warna tidak terdapat irradiation. Namun untuk warna “CAN NOT DETERMINE” (tidak dapat ditentukan). Entah mengapa keluar catatan seperti ini. Sehingga dalam pemeriksaannya nanti di BIG bila disertifikatkan/di memo akan keluar catatan “COLOR CAN NOT DETERMINE”.
Sementara Nugroho Gemologist dari SKY Lab, menyebutkan sebagai berikut
“Origin Chalcedony (Keladen) yang ditambang dari Pacitan terbagi menjadi 2 buah sumber… tambang di Bukit sebagai tambang Primer dan tambang di Sungai sebagai tambang Sekunder…. “
Bagi Pak Nugroho sebagai pendiri SKY Lab di Tamini Square, serat yang dari Sungai lebih bagus karena sudah bersentuhan dengan Material lain yang terkandung di Sungai sehingga lebih kaya Mineral. Pada kenyataannya sumber primer dan sekunder sama-sama Langkanya, banyak yang salah mengira dan menggolongkan Queen Ndasar sebagai King Keladen dan penggolongan warnanya.